ADIR 2026: Ketika Desain Membaca Kembali Hubungan Manusia dan Alam

ADIR 2026: Ketika Desain Membaca Kembali Hubungan Manusia dan Alam

Program Artist Designer in Residence (ADIR) dari CushCush Gallery menutup fase residensinya di Bali melalui sebuah pameran pada 10 September 2026. Setelah tiga edisi sebelumnya, ADIR kini berkembang menjadi program residensi lintas negara yang mempertemukan desainer Indonesia dan Prancis, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Institut Français d’Indonésie, dan dalam edisi kali ini berpartner dengan Arcade – Design à la Campagne® di Burgundy.

Untuk edisi kali ini, ADIR mengambil gagasan tentang hutan sebagai titik berangkat. Tema tersebut berkaitan dengan keterlibatan Arcade dalam proyek multidisiplin Tomorrow, Forests, yang mempertemukan sains, budaya, praktik, dan kreativitas untuk membayangkan kembali masa depan hutan di Burgundy. Dalam kerangka ADIR, gagasan tersebut kemudian dibawa ke Bali melalui pengalaman dua desainer: Clara Rivière dari Prancis dan Cokorda G.B. Suryanata dari Indonesia.

Selama residensi di Bali, keduanya tidak hanya bekerja dengan material, tetapi juga dengan lanskap pengetahuan yang mengelilinginya. Pertemuan dengan perajin, seniman, lingkungan, serta praktik lokal menjadi bagian dari proses eksplorasi sebelum diterjemahkan menjadi karya.

Pendekatan ini menarik karena Bali sudah lama menjadi sumber inspirasi bagi desain internasional. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan material dan tradisi lokal tidak berhenti sebagai citra atau estetika “Bali”, melainkan dipahami sebagai pengetahuan yang memiliki konteks dan terus berubah. Dalam posisi ini, residensi menjadi ruang negosiasi: antara tradisi dan eksperimentasi, antara pengetahuan lokal dan perspektif desain global.

ADIR dirancang sebagai proses selama dua tahun. Setelah fase Bali pada 2026, perjalanan kedua desainer akan berlanjut ke Burgundy pada 2027. Perpindahan lokasi ini menjadi bagian penting dari konsep residensi karena memungkinkan pengalaman yang diperoleh di Bali dibawa ke lingkungan dengan karakter alam dan budaya yang berbeda.

Hutan, dengan demikian, tidak hanya menjadi tema visual. Ia menjadi semacam laboratorium untuk mempertanyakan bagaimana manusia berinteraksi dengan alam, bagaimana material digunakan, dan bagaimana pengetahuan tentang lingkungan dapat diterjemahkan melalui desain. Perbandingan Bali dan Burgundy juga membuka kemungkinan bahwa yang dipertukarkan bukan hanya objek, tetapi cara melihat dan memahami sebuah tempat.

Menariknya, perjalanan karya ini tidak berhenti di dua lokasi residensi. Hasil eksplorasi ADIR selanjutnya akan dibawa ke Paris Design Week, memberikan kesempatan bagi karya yang berangkat dari pengalaman Bali dan akan berkembang melalui fase Burgundy untuk masuk ke dalam percakapan desain internasional. Perjalanan ini sekaligus menjadi ujian lain: bagaimana gagasan yang lahir dari konteks lokal dapat diterjemahkan dan dibaca dalam ekosistem desain global tanpa kehilangan konteks asalnya.

Pameran penutup di CushCush Gallery menghadirkan hasil eksplorasi Clara Rivière dan Cokorda G.B. Suryanata selama berada di Bali, sekaligus dokumentasi fotografis yang menelusuri perjalanan dan berbagai pertemuan mereka di Pulau Dewata. Dengan demikian, yang ditampilkan bukan hanya produk akhir, tetapi juga jejak proses di baliknya.

Di sinilah relevansi ADIR menjadi lebih luas. Sebuah residensi desain pada akhirnya tidak hanya dinilai dari objek yang berhasil diproduksi, tetapi dari relasi dan pengetahuan apa yang tercipta selama proses tersebut. Bagi Bali, program seperti ini juga membawa pertanyaan yang lebih besar: apakah pulau ini akan terus ditempatkan sebagai sumber inspirasi bagi desain global, atau dapat hadir sebagai mitra dialog yang turut menentukan bagaimana pengetahuan, material, dan masa depan desain dibentuk?

Pameran penutup ADIR 2026 mungkin belum memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun perjalanan karya menuju Burgundy dan kemudian Paris memperpanjang pertanyaan itu ke ruang yang lebih luas. Dari Bali, ke Burgundy, lalu ke Paris—ADIR sedang menguji bagaimana sebuah pengalaman lokal dapat bergerak melintasi batas geografis, sekaligus mempertahankan jejak tempat yang melahirkannya.

Pada akhirnya, desain di sini tidak sekadar berbicara tentang alam, tetapi belajar kembali dari alam, material, dan tempat di mana ia berpijak—sebelum membawa pembelajaran tersebut ke dunia yang lebih luas.


Pameran Penutupan ADIR
“The Forest Amongst Us

Kamis, 10 September 2026
19.00 WITA
Di CushCush Gallery
Tiket masuk gratis

Untuk menghadiri acara ini, silakan melakukan registrasi melalui tautan berikut:
https://bit.ly/ADIR2026_Closing_Exhibition

ADIR 2026–2027 merupakan program residensi silang bersama Arcade – Design à la campagne®️.
Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Institut Français d’Indonésie.
Didukung oleh Institut Français, Direction Régionale des Affaires Culturelles de la Région Franche-Comté, Région Franche-Comté, dan CushCush.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *